IAIN Langsa Gelar Diskusi Adat “Menjaga Adat Membentuk Akhlak” Bersama MAA dan PWI Langsa

13 October 2025
Humas
20 views
Share
IAIN Langsa Gelar Diskusi Adat “Menjaga Adat Membentuk Akhlak” Bersama MAA dan PWI Langsa

Kota Langsa (Humas) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa bekerja sama dengan Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Langsa dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Langsa menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menjaga Adat Membentuk Akhlak”, di ruang rapat Kantor Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Langsa, Senin 13/10/2025.

Acara dibuka dengan prosesi tepung tawar adat Aceh kepada Rektor IAIN Langsa dan Ketua PWI Kota Langsa.

Dilanjutkan dengan pengenalan program Academic Partner oleh Wakil Rektor Bidang Akademik IAIN Langsa, Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, M.A. Dalam sambutannya beliau menegaskan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan lembaga adat.

“Ini hal yang positif untuk mengidukasi, menjawab, dan memecahkan persoalan yang berhubungan dengan adat. Adat yang mengikat semuanya, ini merupakan satu program akademik bukan hanya mensejajarkan tapi juga hadir di publik, mendiskusikan, dan terus bekerja sama dalam mensinergikan dua variabel ini,” ujarnya.

Sesi pertama diisi oleh Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf NST, M.A., dengan tema “Pentingnya Menjaga Adat di Tengah Arus Globalisasi.”

Dalam paparannya, Prof. Ismail Fahmi menekankan bahwa adat dan akhlak adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

“Orang yang tidak beradab berarti tidak berakhlak. Adat adalah penjaga nilai-nilai yang ada. Akhlak lahir dari adat, dan keduanya bersumber dari tuntunan Allah SWT dan Rasulullah SAW,” jelasnya.

Beliau juga menyoroti tantangan modernisasi, di mana generasi muda kini lebih banyak belajar agama dan nilai kehidupan melalui media sosial seperti TikTok atau YouTube.

“Ini tantangan bagi kita semua, bagaimana menghadirkan nasehat keagamaan dan nilai adat melalui digitalisasi agar tidak hilang dari akar budaya,” tambahnya.

Rektor juga mengapresiasi sinergi antara IAIN Langsa, MAA, dan PWI sebagai langkah penting menjaga nilai keilmuan, budaya, dan moral masyarakat Aceh.

Materi kedua disampaikan oleh Ketua MAA Kota Langsa, Drs. H. Mursyidin Budiman, yang mengulas perjalanan dan posisi strategis adat Aceh dalam sistem pemerintahan Indonesia.

“Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006, Aceh diakui sebagai daerah yang memiliki kekhususan dan keistimewaan dalam pelaksanaan adat dan syariat. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan dukungan dan kerja sama lintas sektor agar adat tetap hidup di tengah masyarakat,” paparnya.

Ia juga menegaskan bahwa MAA memiliki peran penting sebagai pembina dan penjaga akar budaya, bukan hanya sekadar pelaksana kegiatan seremonial. 

Sesi ketiga diisi oleh Ketua PWI Kota Langsa, Putra Zulfirman, yang membahas tema “Edukasi Pers dalam Menjaga Adat Istiadat.”

Dalam penyampaiannya, Putra menyoroti peran media sebagai sarana edukasi sosial dan pelestarian nilai budaya.

“Sejak masa perjuangan melawan penjajah, tulisan-tulisan budaya dan adat sudah menjadi alat perjuangan. Wartawan hari ini harus melanjutkan semangat itu menyuarakan nilai-nilai adat dan moral melalui karya jurnalistik,” ujarnya.

Ia juga mengajak insan pers, akademisi, dan lembaga adat untuk berkolaborasi menjaga identitas budaya Aceh di tengah modernisasi.

“Kita perlu sepakat bahwa kita semua adalah makhluk bumi yang memiliki tanggung jawab moral menjaga nilai dan identitas kita sendiri,” tambahnya.

Diskusi yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan harapan agar kolaborasi antara lembaga akademik, adat, dan pers dapat terus berlanjut.

Melalui diskusi ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga dan melestarikan adat sebagai bagian dari pembentukan akhlak mulia generasi muda di era modern. 

Acara turut dihadiri oleh Kepala Biro IAIN Langsa, para dosen dan mahasiswa IAIN Langsa, para pengurus MAA serta anggota PWI Kota Langsa.