Mahasantri Mahad Al Jamiah IAIN Langsa Ikuti Workshop Penguatan Moderasi Beragama

16 October 2025
Humas
75 views
Share
Mahasantri Mahad Al Jamiah IAIN Langsa Ikuti Workshop Penguatan Moderasi Beragama

Kota Langsa (Humas) - Ma'had Al Jami'ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa mengadakan Workshop Penguatan Moderasi Beragama bagi Mahasantri, Kamis (16/10/25) di Masjid Az-Zawiyah kampus setempat.

Hadir sebagai pemateri Rektor IAIN Langsa Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA dan Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Dr. H. Ali Imron, M.Ag, kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasantri IAIN Langsa.

Kedua pemateri membahas tentang urgensi Moderasi Beragama dalam masyarakat multikultural.

Kepala Ma'had Al-Jami'ah IAIN Langsa Dr. H. Marhaban, MA menyebutkan, workshop ini diperuntukkan untuk mahasantri IAIN Langsa dengan tujuan agar mahasantri dapat menjalani hidup yang seimbang antara dunia dan akhirat serta menyadari pentingnya moderasi beragama agar dapat hidup dengan damai bersama seluruh umat manusia yang berlatar agama, suku, budaya beragam.

"Dengan diadakannya kegiatan ini, kami berharap mahasantri dapat mempelajari pentingnya Moderasi Beragama untuk menciptakan kedamaian dalam hidup, dapat memahami perbedaan, dan bersikap toleran," ujarnya.

Workshop ini dimoderatori oleh dosen IAIN Langsa Dr. Mustamar Iqbal Siregar, MA.

Dalam materinya, pemateri pertama yakni Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA menyebutkan bahwa moderasi sebagai karakter mahasiswa kampus Islam. 

Prof. Fahmi menekankan kampus harus menjadi laboratorium moderasi, mahasiswa juga harus dididik dan berpendidikan religius tapi tetap terbuka dengan prinsip 'mengajak, bukan memaksa dan mendidik bukan menghakimi' serta menjadikan Islam di kampus yang ramah bukan marah.

Pemateri kedua, Dr. Ali Imron, M.Ag menyebutkan beberapa poin tentang urgensi dari Moderasi Beragama di antaranya membangun sikap toleran, mencegah sikap intoleran, menjaga keseimbangan hak asasi manusia dan nilai keagamaan, mendorong dialog antar umat beragama dan intern umat beragama, mendorong kerjasama antar agama, serta mendorong kebijakan yang inklusif.

Usai paparan materi dari dua narasumber, kegiatan ditutup dengan diskusi serta tanya jawab bersama para mahasantri.