Menag dan Pesantren: Menjemput Fajar Peradaban Baru Islam Indonesia
Kota Langsa (Humas) - Seruan Menteri Agama Republik Indonesia agar seluruh elemen bangsa menghargai kontribusi pesantren bukan sekadar ajakan moral, melainkan panggilan sejarah.
Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan tradisional, tetapi juga pilar peradaban yang telah menopang lahirnya Islam moderat di Nusantara.
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA, menegaskan bahwa pesantren hari ini bukan sekadar benteng moral, tetapi mercusuar peradaban yang terus menyala di tengah gelombang globalisasi nilai.
Menurutnya, moderasi beragama yang kini menjadi agenda nasional telah lama hidup di pesantren. “Para kiai dan santri kita sudah berabad-abad mengamalkan Islam dengan wajah damai, toleran, dan penuh kasih. Inilah yang sekarang disebut moderasi beragama,” ungkapnya.
Dalam konteks inilah, pesantren sejatinya bukan hanya bagian dari sejarah bangsa, tetapi arsitek utama masa depan Indonesia yang damai dan beradab.
Lebih jauh, Prof. Ismail Fahmi menilai pesantren berperan penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk. “Pesantren itu ibarat akar pohon yang menahan tanah agar tidak longsor di tengah badai modernitas. Bila akar itu kuat, maka bangsa ini tak akan mudah tergerus oleh ekstremisme atau liberalisme berlebihan,” ujarnya.
Dalam pandangan Rektor IAIN Langsa, sudah saatnya paradigma pembangunan keagamaan menempatkan pesantren sebagai mitra strategis negara. Bukan sekadar objek program, tetapi subjek perubahan sosial.
“Kita perlu mendukung visi besar Menteri Agama untuk menjadikan pesantren sebagai motor kebangkitan peradaban Islam Indonesia. Inilah momentum sejarah yang tidak boleh kita sia-siakan,” tegasnya.
Rektor yang juga dikenal aktif dalam gerakan moderasi beragama itu menutup dengan refleksi mendalam:
“Dulu santri ikut merebut kemerdekaan. Kini santri memikul tanggung jawab menjaga akhlak bangsa. Bila dulu mereka berjuang dengan bambu runcing, maka kini mereka berjuang dengan ilmu, riset, dan integritas.”
Opini ini merupakan bentuk dukungan penuh IAIN Langsa terhadap gagasan Menteri Agama RI yang menghendaki agar seluruh kampus keagamaan Islam negeri menjadikan pesantren sebagai poros inspirasi dalam membangun generasi yang religius, moderat, dan unggul.
Berita Terkait
Pascasarjana UIN Sunan Kudus Hadirkan Dosen IAIN Langsa, Bahas Strategi Menulis Jurnal Internasional
05 Mar 2026
Lima Mahasiswa Prodi PPI IAIN Langsa Lulus Perdana Tanpa Skripsi, Tembus Jurnal Terakreditasi Sinta
24 Feb 2026
Lima Mahasiswa Prodi PPI IAIN Langsa Lulus Perdana Tanpa Skripsi, Tembus Jurnal Terakreditasi Sinta
24 Feb 2026
Launching Pusat Admisi dan Promosi, IAIN Langsa Perkuat Branding dan Peningkatan Mahasiswa
12 Feb 2026
Kanit Sat Binmas Polres Langsa, Ajak Sivitas IAIN Langsa Perkuat Persatuan dan Kamtibmas
11 Feb 2026
Agenda Terbaru
Belum ada agenda