Wujudkan Kepedulian, Fakultas Syariah IAIN Langsa Salurkan Bantuan untuk Siswa Korban Banjir di Aceh Timur

17 February 2026
Admin
26 views
Share
Wujudkan Kepedulian, Fakultas Syariah IAIN Langsa Salurkan Bantuan untuk Siswa Korban Banjir di Aceh Timur

ACEH TIMUR – Sebagai bentuk konsistensi dalam aksi kemanusiaan, Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa kembali menggelar aksi pengabdian masyarakat bagi korban bencana banjir. Setelah sebelumnya sukses menyalurkan bantuan di Kabupaten Aceh Tamiang, kali ini tim relawan bergerak menuju Gampong Blangseunong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, pada Selasa (17/02/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dipusatkan di salah satu sekolah di desa setempat. Kehadiran rombongan Fakultas Syariah disambut antusias oleh para siswa dan tenaga pengajar yang terdampak luapan air beberapa waktu lalu.

Bantuan Komprehensif untuk Kebutuhan Dasar
Dalam aksi kali ini, rombongan membawa berbagai paket bantuan yang telah dihimpun dari donasi civitas akademika, antara lain:

Logistik dan Sandang: Pakaian layak pakai, kain sarung, serta paket makanan pokok.

Perlengkapan Edukasi: Alat tulis dan alat sekolah lengkap guna memastikan proses belajar mengajar siswa tidak terhambat pasca-bencana.

Membangun Kedekatan Lewat Makan Siang Bersama
Berbeda dengan sekadar penyerahan bantuan secara simbolis, agenda kali ini ditutup dengan kegiatan Makan Siang Bersama. Seluruh siswa dan tim pengabdian duduk melingkar menikmati hidangan dengan suasana kekeluargaan. Hal ini dilakukan sebagai upaya trauma healing sederhana untuk mengembalikan keceriaan anak-anak di wilayah terdampak.

"Pengabdian ini adalah komitmen berkelanjutan kami. Kami ingin memastikan bahwa adik-adik di Blangseunong tetap memiliki semangat belajar meskipun fasilitas mereka sempat terdampak banjir. Kami hadir bukan hanya membawa barang, tapi juga membawa dukungan moral," ujar perwakilan dari pihak Fakultas Syariah IAIN Langsa.

Melalui kegiatan ini, IAIN Langsa berharap dapat meringankan beban para orang tua wali murid dan memicu semangat gotong royong bagi lembaga pendidikan lainnya untuk turut peduli terhadap daerah-daerah terpencil yang rawan bencana.