Kuatkan Budaya Mutu, LPM IAIN Langsa Laksanakan Workshop Bedah SPMI

19 May 2026
Humas
43 views
Share
Kuatkan Budaya Mutu, LPM IAIN Langsa Laksanakan Workshop Bedah SPMI

Kota Langsa (Humas) - Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa melaksanakan Workshop Bedah Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara hybrid, Selasa (19/5/26).

Workshop secara luring dilaksanakan di Aula Barat kampus setempat dan dihadiri oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) di lingkungan IAIN Langsa, kemudian dilanjutkan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dengan menghadirkan Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA dan Prof. Dr. Fajri Ismail, M.Pd.I sebagai narasumber.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyelaraskan dan mereviu dokumen SPMI dalam penguatan budaya mutu institusi.


Ketua LPM IAIN Langsa Dr. Syafieh, M.Fil.I menyebutkan, IAIN Langsa hingga saat ini telah meraih Akreditasi Unggul pada 10 Program Studi (Prodi) selama menggunakan SPMI sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 yang kemudian diperbarui dengan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Pejaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Saat ini, Dr. Syafieh menjelaskan bahwa telah terbit regulasi baru yang mengatur tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang menggantikan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023, yakni Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025.

Atas perubahan ini maka harus dilakukan penyesuaian kembali pada SPMI IAIN Langsa agar tetap merujuk pada regulasi yang berlaku.

"Dikarenakan perubahan ini lah dilaksanakan kembali penyelerasan dan reviu SPMI IAIN Langsa agar standar mutu IAIN Langsa sesuai dengan regulasi, tidak tertinggal, dan dapat melampaui standar mutu nasional," ujarnya.

Dalam kegiatan pembukaan, Rektor IAIN Langsa Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA menyampaikan bahwa dunia pendidikan hari ini telah mengalami perubahan yang sangat cepat dan dinamis, maka IAIN Langsa harus mampu membangun sebuah sistem tata kelola yang adaptif.

"Kita harus mampu membangun sistem tata kelola yang adaptif, mampu menghadapi berbagai tantangan dan resiko yang dinamis, oleh karena itu penguatan SPMI ini mutlak diperlukan," imbuhnya.

Prof. Fahmi mengharapkan workshop ini dapat dimanfaatkan sebagai ruang kolaboratif untuk memperkuat pemahaman sekaligus penyamaan persepsi dalam meningkatkan budaya mutu yang berkelanjutan.

Selanjutnya dalam materinya, Prof. Fahmi menyampaikan tentang penggunaan SPMI Berbasis Risiko yang berfokus pada antisipasi, mitigasi, dan keberlanjutan mutu.

"Budaya mutu harus berjalan bersama budaya sadar risiko. Mutu yang baik adalah gabungan antara standar yang tercapai dan risiko yang terkendali," jelasnya.