AICIS 2025 Tonggak Peradaban Islam Indonesia yang Solutif
Kota Langsa (Humas) -- Sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, saya menyambut penuh langkah progresif Kemenag dalam menggelar AICIS+ 2025.
Transformasi konferensi ini, dari memfokus pada kajian teks menjadi forum multilateral yang mengintegrasikan Islam, sains, dan masyarakat, adalah tanda yang sangat baik bagi peradaban intelektual Islam Indonesia.
1. Menyatukan Spiritualitas dan Rasionalitas. Penambahan kata “Science” dan “Society” dalam AICIS+ tidak hanya simbolis. Ia mencerminkan kesadaran bahwa solusi atas krisis lingkungan, teknologi, dan kemanusiaan memerlukan kesadaran spiritual plus pendekatan ilmiah. Konteks ini sangat relevan dengan kondisi global saat ini, perubahan iklim membunuh jutaan orang, lebih buruk daripada konflik bersenjata.
2. Indonesia sebagai Centre of Islamic Thought. Penunjukan UIII sebagai tuan rumah dan keterlibatan perguruan tinggi besar seperti ITB dan IPB menunjukkan tekad menjadikan Indonesia sentra kajian Islam global. Ini membuka peluang untuk memajukan penelitian berbasis lokal, khas Asia Tenggara, dan mempersiapkan intelektual Islam yang relevan di era digital.
3. Ekoteologi dan Teknologi Sebagai Fokus Inovatif Dengan tema “Islam, Ekoteologi, dan Transformasi Teknologi”, konferensi ini akan menyatukan pandangan teologis dan solusi teknologi dalam satu forum. Hal ini sejalan dengan kebutuhan masa depan: agama tidak cukup hanya di ranah ritual, melainkan juga harus aktif dalam menangani krisis lingkungan dan sosial.
4. Dampak Akademik dan Sosial untuk Civitas. Keterlibatan rektor dan akademisi senior dalam AICIS+ menegaskan bahwa dialog ilmiah mesti mengalir ke kebijakan nyata dan praktik sosial.
Sebagai rektor, saya memandang ini sebagai peluang emas untuk membangun jaringan riset, pertukaran akademik, serta kolaborasi riset terapan lintas PTKI, termasuk dari Aceh.
Penutup dan Harapan
AICIS+ 2025 bukan sekadar konferensi, tetapi manifestasi diplomasi ilmiah Islam yang solutif. Ia menjadi jembatan antara iman dan rasio, kampus dan masyarakat, lokal dan global. Semoga momentum ini dapat menginspirasi seluruh sivitas akademika perguruan tinggi Islam di negeri ini, termasuk IAIN Langsa, untuk lebih aktif berkontribusi pada tatanan dunia yang adil dan berkelanjutan.
Penulis : Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA/Rektor IAIN Langsa.
Artikel Terkait
Nasaruddin Umar, Ulama Nusantara yang Menyinari Perdamaian Dunia
28 Oct 2025
Rektor IAIN Langsa: Adat dan Akhlak Tidak Dapat Dipisahkan
13 Oct 2025
Inovasi Layanan Haji, Permudah Jemaah Beribadah
06 Jul 2024
Pencatatan Pernikahan Semua Agama Sebagai Aktualisasi Moderasi Beragama
28 Feb 2024
Memperingati yang Terlupakan: Semangat Maulid untuk Spirit Kemanusiaan
28 Sep 2023
Agenda Terbaru
Belum ada agenda