Rektor IAIN Langsa: Adat dan Akhlak Tidak Dapat Dipisahkan

13 October 2025
Legacy Editor
95 views
Share
Rektor IAIN Langsa: Adat dan Akhlak Tidak Dapat Dipisahkan

Kota Langsa (Humas) – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf, NST., M.A, menyampaikan materi utama dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menjaga Adat Membentuk Akhlak” yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor MAA, Senin 13/10/2025.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara IAIN Langsa, Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Langsa, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Langsa.

Dalam paparannya, Rektor menekankan bahwa adat dan akhlak adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena keduanya lahir dari sumber nilai yang sama, yaitu tuntunan Allah SWT dan Rasulullah SAW.

“Orang yang tidak beradab berarti tidak berakhlak. Adat menjaga nilai-nilai kebaikan, sedangkan akhlak adalah cerminan dari nilai-nilai tersebut dalam perilaku sehari-hari. Jadi adat dan akhlak itu lahir dari satu rahim yang sama, yaitu nilai,” ujar Rektor.

Beliau menjelaskan, adat dalam pandangan Islam bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi merupakan wujud dari ketaatan terhadap nilai-nilai moral dan syariat.

Menurutnya, orang yang tidak berakhlak akan cenderung mengabaikan nilai kebaikan dan melanggar norma-norma adat.

Lebih lanjut, Prof. Ismail Fahmi menyoroti tantangan generasi masa kini yang cenderung belajar agama dan adat melalui media sosial seperti TikTok atau YouTube tanpa bimbingan yang jelas.

“Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua. Karena itu, perlu menghadirkan nasehat-nasehat keagamaan dan nilai-nilai adat melalui media digital agar bisa diterima generasi muda dengan cara yang relevan,” tambahnya.

Rektor juga memberikan apresiasi atas kolaborasi antara IAIN Langsa, MAA, dan PWI Langsa. Ia menyebutkan bahwa ketiganya memiliki peran strategis: IAIN menjaga nilai-nilai keilmuan dan spiritualitas, MAA melestarikan akar budaya, dan PWI menyebarkan nilai-nilai tersebut melalui media. 

“Kerja sama ini sangat penting. MAA menjaga akar budaya, PWI menyampaikan nilai adat dan akhlak melalui pemberitaan, sementara kami di kampus menanamkan nilai keilmuan berbasis Islam,” jelasnya.

Di akhir penyampaiannya, Rektor mengajak seluruh peserta untuk terus menanamkan nilai-nilai adat dan akhlak kepada generasi muda agar menjadi pedoman hidup dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kalau adat hilang, akhlak juga akan rapuh. Maka mari kita jaga keduanya. Orang yang beradab akan menjadi mulia di sisi Allah dan dihormati di tengah masyarakat,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh : Legacy Editor